Pengelolaan Waktu dalam QS. Al-'Ashr dan QS. Al-Insyirah [94]: 7 sebagai Respons terhadap Distraksi Digital: Analisis Teori Double Movement Fazlur Rahman

Penulis

  • Nurafifah Tul Ummi Ma’had Aly As’adiyah Sengkang
  • lidia Prastika Ma'had Aly As'adiyah Sengkang

Kata Kunci:

Tafsir al-mishbah, tafsir at-tahrir wa at-tanwir, ideal moral, double movement, fazlur rahman

Abstrak

Distraksi digital menjadi tantangan utama dalam pengelolaan waktu masyarakat modern, ketika notifikasi, media sosial, dan hiburan daring terus berebut perhatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pengelolaan waktu dalam QS. Al-'Ashr dan QS. Al-Insyirah [94]: 7 serta merumuskan relevansinya sebagai respons terhadap distraksi digital melalui teori double movement Fazlur Rahman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kepustakaan dengan analisis hermeneutika dua gerakan. Sumber primer meliputi Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan At-Tahrir wa at-Tanwir karya Ibnu 'Asyur, sedangkan sumber sekunder berupa jurnal ilmiah dan laporan survei perilaku penggunaan internet. Pada gerakan pertama, kedua surah dibaca dalam konteks historis dan kebahasaannya untuk menemukan prinsip moral universal. Hasilnya, QS. Al-'Ashr menegaskan bahwa waktu bersifat netral dan menjadi modal utama manusia, sehingga kerugian muncul ketika waktu dibiarkan kosong atau diisi hal negatif. QS. Al-Insyirah [94]: 7 menekankan kesinambungan aktivitas, yaitu peralihan yang sungguh-sungguh dari satu pekerjaan bermakna ke pekerjaan bermakna lainnya. Pada gerakan kedua, prinsip tersebut diterjemahkan menjadi strategi konkret, yaitu audit penggunaan gawai, perencanaan prioritas, aturan transisi antartugas, pengendalian lingkungan digital, penjagaan waktu ibadah, serta penguatan niat dan akuntabilitas sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan waktu dalam perspektif Al-Qur'an bukan sekadar teknik efisiensi, melainkan praktik moral yang berpijak pada kesadaran akan amanah waktu.

Diterbitkan

2026-06-30