Metodologi Penafsiran Ahmad Mustafa Al-Maraghi Dalam Tafsir Al-Maraghi: Antara Pendekatan Riwayah Dan Dirayah
Keywords:
Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, Metodologi Tafsir, Riwayah, Dirayah.Abstract
Penelitian ini membahas metodologi penafsiran Ahmad Mustafa Al-Maraghi dalam kitab Tafsir Al-Maraghi, khususnya mengenai penggunaan pendekatan riwayah dan dirayah dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami metode yang digunakan seorang mufasir dalam menghasilkan suatu penafsiran, terutama pada masa perkembangan tafsir modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan data melalui kitab Tafsir Al-Maraghi serta berbagai literatur yang berkaitan dengan metodologi tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Maraghi menggunakan sumber penafsiran yang memadukan riwayah dan dirayah. Pendekatan riwayah terlihat melalui penggunaan ayat Al-Qur’an, hadis Nabi, pendapat sahabat, dan pandangan ulama terdahulu. Sementara itu, pendekatan dirayah tampak melalui penggunaan akal, analisis kebahasaan, penalaran, serta pertimbangan terhadap kondisi sosial masyarakat. Meskipun demikian, penggunaan kedua pendekatan tersebut tidak sepenuhnya berada dalam posisi yang seimbang. Penafsiran Al-Maraghi lebih menonjolkan pendekatan rasional atau bi al-ra’yi dengan tetap menjadikan riwayat sebagai salah satu landasan penafsiran. Karakteristik tersebut menjadikan Tafsir Al-Maraghi dikenal dengan corak adabi ijtima’i yang berusaha menghubungkan kandungan Al-Qur’an dengan persoalan kehidupan masyarakat.



